PEMANFAATAN PENGGUNAAN SPADA SEBAGAI SUMBER INFORMASI KEBUTUHAN MAHASISWA

     Seperti yang kita ketahui penggunaan media teknologi informasi ini sangatlah berpengaruh terhadap kehidupan manusia apalagi di kalangan pelajar dan mahasiswa, karena mereka mencari sumber akses informasi untuk kebutuhan mereka seperti mengerjakan tugas, membaca/melihat materi yang diberikan para guru atau dosen, mencari informasi berkaitan dengan perihal tentang universitas bagi yang sudah lulus atau melanjutkan pendidikan di universitas yang diinginkan dan masih banyak lagi penggunaan media teknologi informasi ini. Perkembangan pada era digital ini menandakan teknologi informasi yang semakin maju. Kemajuan teknologi yang saat ini kita rasakan, memaksa kita untuk meningkatkan kemampuan diri kita dalam menggunakannya. Sebagai masyarakat yang hidup diera digital, kita akan merasa tertinggal jika kita tidak mengikuti arus perkembangan teknologi informasi ini. Tidak semua teknologi bisa kita menilai negatif, karena jika kita  menggunakan teknologi informasi ini dengan bijak maka teknologi informasi ini sangatlah bermanfaat positif dalam kehidupan kita sehari-hari. Kata SPADA (SISTEM PEMBELAJARAN DARING) tidak asing dikalangan mahasiswa karena penggunaan spada ini dimulai sejak pada tahun 2014 oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dirjen Dikti dan tujuan awal SPADA INDONESIA ini untuk meningkatkan akses belajar mahasiswa diseluruh Indonesia terhadap mata kuliah bermutu dari perguruan tinggi setiap kampus.
            SPADA INDONESIA ini dikembangkan untuk menjawab beberapa tantangan pendidikan tinggi seperti kapasitas perguruan tinggi yang terbatas, keterjangkauan PT yang rendah dikarenakan sebaran yang kurang merata, masih banyaknya perguruan tinggi yang belum memiliki sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas. Perguruan Tinggi bermutu lebih banyak masih terkonsentrasi dipulau Jawa, masih rendahnya layanan pendidikan tinggi yang setara dan bermutu, dan masih rendahnya jaminan pemenuhan kebutuhan dan permintaan pendidikan tinggi yang bermutu. Keberadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu canggih ini, menawarkan kita potensi besar untuk menjalankan tantangan tersebut di atas. TIK ini memberikan peluang dilakukan pendidikan tinggi berjaring (networked higher education) dan pembelajaran daring (Online Learning). Atas dasar inilah SPADA INDONESIA ini hadir sebagai salah satu terobosan (breakthrough) Direktorat Pembelajaran, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam meningkatkan tenaga terampil berkependidikan tinggi.
          Implementasi SPADA Indonesia, secara umum mengikuti proses sebagai berikut:
1. Perguruan Tinggi (PT) menawarkan mata kuliah terbaik tertentu untuk diikuti oleh mahasiswa dari Perguruan Tinggi lain. PT yang menawarkan disebut dengan Perguruan Tinggi Penyelenggara. PT yang mahasiswanya mengikuti perkuliahan daring yang ditawarkan disebut dengan Perguruan Tinggi Pengguna.
2. Perguruan Tinggi penyelenggaraan bermitra dengan beberapa Perguruan Tinggi pengguna.
3. Mata Kuliah yang ditawarkan PT Penyelenggara, terlebih dahulu diseleksi dan dipastikan kualitasnya oleh tim penjamin mutu (Quality Assurance Team ) yang telah ditunjuk oleh Direktorat Pembelajaran.
4. Mata Kuliah yang telah lolos uji kelayakan dari tim penjamin mutu dapat langsung ditawarkan kepada mahasiswa dari Perguruan Tinggi Pengguna untuk selanjutnya dapat dilaksanakan proses pembelajaran sebagaimana mestinya.
5. Proses pembelajaran dari mata kuliah daring yang ditawarkan dapat dilakukan melalui Learning Management System (LMS) SPADA Indonesia atau melalui LMS Perguruan Tinggi Penyelenggara.
6. Proses pembelajaran didata, dipantau dan dievaluasi melalui sistem Aggregator SPADA Indonesia. Oleh karena itu, untuk mata kuliah daring yang berjalan dalam aplikasi LMS Perguruan Tinggi Pengguna harus menyediakan Web Service yang terhubung ke Aggregator SPADA Indonesia. 
7. Data SPADA Indonesia terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI), sehingga segala sesuatunya baik dari sisi Perguruan Tinggi Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Pengguna harus sudah terdaftar di PD Dikti. 
        Kesimpulan dari Pemanfaatan Penggunaan Spada sebagai sumber informasi kebutuhan mahasiswa adalah SPADA ini tujuan untuk meningkatkan akses belajar mahasiswa diseluruh Indonesia terhadap mata kuliah yang bermutu dari Perguruan Tinggi setiap kampus dan juga   SPADA INDONESIA ini dikembangkan untuk menjawab beberapa tantangan pendidikan tinggi seperti kapasitas perguruan tinggi yang terbatas, keterjangkauan PT yang rendah dikarenakan sebaran yang kurang merata, masih banyaknya perguruan tinggi yang belum memiliki sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas, perguruan tinggi bermutu lebih banyak masih terkonsentrasi dipulau Jawa, masih rendahnya layanan pendidikan tinggi yang setara dan bermutu, dan masih rendahnya jaminan pemenuhan kebutuhan dan permintaan pendidikan tinggi yang bermutu. Keberadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu canggih , menawarkan kepada kita potensi yang besar untuk menjalankan tantangan tersebut di atas. TIK ini memberikan peluang dilakukan pendidikan tinggi berjaring (networked higher education) dan pembelajaran daring (Online Learning). Atas dasar inilah SPADA Indonesia hadir sebagai salah satu terobosan (breakthrough) Direktorat Pembelajaran, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam meningkatkan tenaga terampil berkependidikan tinggi.